Tradisi pemotongan Anak Rambut Gimbal Di Dieng

Tradisi pemotongan Anak Rambut Gimbal Di Dieng

Tradisi pemotongan Anak Rambut Gimbal Di Dieng

Rambut gimbal di daerah Dieng Wonosobo, Jawa Tengah merupakan sebuah Fenomena yang terjadi di daerah tersebut dan sekitarnya. Bukan rambut gimbal yang sengaja dibuat seperti Bob Marley ya, rambut gimbal ini terjadi secara alami sejak kecil. Anak-anak yang memiliki rambut gimbal ini biasanya di sebut dengan “anak gembel”.

Menurut masyarakat Dieng, anak-anak berambut gimbal merupakan titipan dari Kyai Kolo Dete. Kyai Kolo Dete merupakan salah seorang punggawa pada masa Mataram Islam (sekitar abad 14). Bersama dengan Kyai Walid dan Kyai Karim, Kyai Kolo Dete ditugaskan oleh Kerajaan Mataram untuk mempersiapkan pemerintahan di daerah Wonosobo dan sekitarnya. Kyai Walid dan Kyai Karim bertugas di daerah Wonosobo, sementara Kyai Kolo Dete bertugas di Dataran Tinggi Dieng.

Fenomena rambut gimbal menurut masyarakat setempat berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat, semakin banyak jumlah anak berambut gimbal, masyarakat percaya bahwa kesejahteraan mereka akan semakin baik pula. Munculnya rambut gimbal pada seorang anak akan ditandai dengan panas tubuh yang tinggi selama beberapa hari. Suhu tubuh anak tersebut akan normal dengan sendirinya pada pagi hari, bersamaan dengan munculnya rambut gimbal di kepala sang anak.

Biasanya, rambut gimbal akan tumbuh ketika usia seorang anak belum mencapai 3 tahun. Rambut gimbal ini akan tumbuh dan semakin lebat seiring waktu. Rambut gimbal ini hanya akan dipotong dalam prosesi khusus (ruwatan). Pengadaan ruwatan harus mengikuti aturan khusus dan atas dasar kemauan dari si anak berambut gimbal.

Biasanya, sebelum dilakukan prosesi pemotongan (ruwatan), si anak akan mengajukan suatu permintaan. Permintaan ini harus dituruti oleh orangtuanya. Masyarakat sekitar meyakini, jika pemotongan dilakukan tanpa melalui upacara tertentu, atau bukan atas kemauan si anak, atau permintaannya tidak dikabulkan, rambut gimbal yang sudah dipotong akan tumbuh kembali. Itulah cerita anak rambut gimbal di Dataran tinggi Dieng yang selalu menjadi sebuah tradisi yang banyak cerita mistisnya dan selalu menjadi tradisi tersendiri dari masyarakat dataran tinggi Dieng.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *