Tradisi menyambut bayi di beberapa Negara

Tradisi menyambut bayi di beberapa Negara

Ada beberapa tradisi di beberapa negara yang menyambut kehadiran seorang anak dalam sebuah keluarga. Tradisi ini bertujuan demi perlindungan, dan kesehatan si bayi, namun terkandang tradisi tersebut menjadi sesuatu yang menyeramkan bagi kita yang baru pertama kali mengetahui tentang tradisi tersebut.

1. Melempar bayi dari atas kuil, India
Tradisi yang sering menuai kritik pedas ini sudah ada sejak beratus tahun yang lalu di India selatan. Dalam tradisi itu, bayi yang berumur antara tiga bulan sampai dua tahun dilempar dari atas kuil Marutheshwara ke arah sekelompok pria yang telah menunggu di bawah dengan selembar kain. Ritual ini dikenal dengan nama Okali. Kepercayaannya bayi-bayi yang dilempar ini akan tumbuh menjadi manusia kuat.

2. Mengubur anak
Di wilayah Gulbarga, Utara Karnatka, India bila ada anak terlahir cacat akan dikubur sampai leher pada saat gerhana matahari selama 6 jam. Ritual ini dilakukan karena warga meyakini cacatnya anak disebabkan oleh gerhana matahari. Meskipun para ahli pada Institut Nasional Ilmu Kesehatan Mental dan Neuro Bangalore mengatakan tak ada kaitannya antara cacat seorang anak dan gerhana matahari. Kendati demikian masih banyak warga yang melakukan ritual tersebut.

3. Mengasapi Bayi
Orang-orang dari Umtata di Eastern Cape, Afrika memiliki upacara kelahiran bayi yang disebut Sifudu. Pada hari ketiga setelah kelahiran bayi, para saudara berkumpul di tempat ritual, memetik daun Sifudu dan membakarnya, setelah menghasilkan asap kemudian akan ada seorang wanita yang memegang bayi dengan kepala menghadap kebawah, tepat diatas asap tersebut dan memutarkannya beberapa kali kemudian diserahkan kembali kepada si ibu bayi. Ritual sifudu ini dipercaya bahwa anak anak yang melakukan upacara mengerikan ini,tidak akan pernah mengalami ketakutan ataupun merasa malu.

4. Memberikan kado mewah
Kelahiran bayi merupakan perayaan besar bagi keluarga di Yunani. Beberapa hari setelah bayi lahir, ia akan mendapatkan banyak kado, termasuk koin emas dan perak atau batu-batu mulia lainnya. Kado bebatuan itu bertujuan untuk melindungi si bayi dari “mata iblis”, cerita takhayul yang menyebut orang yang iri kepada orangtua si bayi bisa mengirimkan kutukan.

5. Menghias rumah
Setelah bayi lahir, pasangan di Tibet akan menghias rumah mereka. Dua banner besar diletakkan di atas atap. Penempatan banner ini tujuannya untuk melindungi si bayi dari roh jahat dan banner yang satu lagi untuk mendatangkan keberuntungan. Setelah bayi berusia tiga atau empat hari, perayaan besar-besaran akan digelar. Pada pesta tersebut, teh, anggur, keju, daging dan baju bayi akan dipersembahkan sebagai tanda syukur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *