Tentang Budaya Bunuh di Jepang

Tentang Budaya Bunuh di Jepang

Tentang Budaya Bunuh di Jepang

Bagi kita yang mendengar banyak kasus bunuh diri yang terjadi di Jepang, mungkin kita tidak terlalu terganggu dengan berita tersebut. Kita mungkin bisa ngomong, itu sudah hal biasa di Jepang. Tapi pernahkah kita berpikir kenaapa di Jepang banyak terjadi kasus bunuh diri, kenapa ini bisa menjadi budaya bagi mereka?

Tindakan bunuh diri dalam bahasa Jepang di sebut dengan seppuku atau harakiri yang bila diartikan sebagai tindakan memotong atau merobek perut. Bushi akan melakukan ritual seppuku apabila mereka tertangkap oleh musuh karena berprinsip lebih baik mati daripada harus disiksa oleh musuh, dan jika bushi tersebut melakukan pengkhianatan atau gagal dalam tugasnya, sebagai wujud dari penyesalan dan tanggung jawabnya karena telah mengecewakan kelompoknya. Ritual seppuku ini akan dilakukan di depan kelompoknya (jika berupa hukuman karena gagal bertugas) dengan sebuah pisau tradisional yang bernama tanto, setelah membuka kimono yang dikenakan, perut dirobet dari arah kiri ke kanan.

Tindakan seppuku pertama kali dilakukan oleh Minamoto no Yorimasa ketika perang Uji pada tahun 1180. Tindakan seppuku ini banyak dilakukan oleh daimyo (pemimpin tertinggi kaum bushi) yang kalah pada suatu perang atas perintah daimyo yang memenangkan perang tersebut. Tindakan bunuh diri dari daimyo yang kalah ini akan memberikan dampak psikologis bagi pengikutnya, sehingga tidak aka nada lagi perlawanan. Toyotomi Hideyoshi sering menggunakan metode ini untuk melumpuhkan kekuatan musuhnya yang sudah kalah. Peristiwa yang paling dramatis terjadi ketika Hideyoshi berhasil memimpin klan Odawara untuk mengalahkan klan Hojo, keluarga daimyo terkuat di Jepang bagian timur, pada tahun 1590. Saat itu ia memerintahkan Hojo Ujimasa, mantan daimyo dari klan Hojo untuk melakukan seppuku kemudian mengasingkan putranya

Pada masa Sekarang budaya tersebut menjadi melekat kuat dalam masyarakat Jepang. Dan masyarakat Jepang sekarang ini merasa bunuh diri merupakan cara terbaik untuk menyelesaikan masalah yang terjadi dalam hidup mereka misalnya orang umumnya bunuh diri karena kesulitan keuangan dan patah hati. Perceraian, hutang dan kebangkrutan adalah beberapa alasan paling umum untuk bunuh diri di Jepang.. Apa yang mereka lakukan memang tidak seperti pada jaman dahulu dengan cara Seppuku atau harakiri. Dengan mempunyai “Budaya Malu” yang sangat tinggi, ini juga yang menjadi salah satu faktor utama tingginya angka bunuh diri di Jepang. Rasa malu atau budaya malu mungkin bisa kita tiru namun tidakan bunuh diri jangan ya guy’s bertanggung jawab dengan apa yang kita lakukan y.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *