Proses Terjadinya Gerhana Matahari

Proses Terjadinya Gerhana Matahari – Gerhana matahari merupakan fenomenal alam yang akan terjadi setiap beberapa bulan sekali, bebrepa tahun sekali, sehingga bisa timbul beratusa tahun sekali.
Gerhana matahari terjadi ketika posisi bulan terletak di anatara bumi dan matahari sehingga menutup sebagian atau selutuh dari cahay matahari. Walaupun bulan kucil, ternyata bulan dapat menutupi cahaya matahari sepenuhnya, karena bulan yang memiliki jarah 384.400 kilometer lebih dekat dengan bumi daripada di bandingkan matahri yang memiliki jarak rata-rata 149.680.000 kilometer dengan bumi.

Proses Terjadinya Gerhana Matahari

Jika Anda ingin melihat gerhana Matahari, Anda harus berada dalam jalur bayangan Bulan, yang memiliki 3 bagian yang berbeda. Bagian pertama adalah, umbra. Umbra adalah bayangan tergelap dari 3 bagian bayangan Bulan. Wilayah Bumi yang dilalui jalur bayangan umbra akan melihat gerhana total. Pada saat itu, piringan Matahari tertutupi sepenuhnya oleh piringan Bulan.

Bagian kedua, adalah penumbra. Penumbra adalah bayangan Bulan bagian luar. Wilayah yang dilalui jalur penumbra akan melihat gerhana Matahari parsial (sebagian), dan langit tidak akan gelap seperti layaknya gerhana Matahari total.

Dan bagian ketiga, adalah antumbra. Antumbra merupakan Antumbra adalah wilayah pada bayangan gerhana Matahari di mana Bulan yang menutupi sepenuhnya terlihat di dalam cakram sumber cahaya (matahari). Seorang pengamat yang berada di wilayah antumbra sepenuhnya akan melihat peristiwa gerhana cincin. Kata Antumbra berasal dari bahasa latin yaitu ante artinya “sebelum” dan umbra artinya “bayangan”.

Jenis-jenis Gerhana Matahari

Gerhana Matahari dapat dibagi menjadi empat jenis. Yang pertama, gerhana total, terjadi apabila saat puncak gerhana, piringan Matahari ditutup sepenuhnya oleh piringan Bulan. Saat itu, piringan Bulan sama besar atau lebih besar dari piringan Matahari. Ukuran piringan Matahari dan piringan Bulan sendiri berubah-ubah tergantung pada masing-masing jarak Bumi-Bulan dan Bumi-Matahari.

Yang kedua, gerhana sebagian, terjadi pada saat piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Pada gerhana ini, selalu ada bagian dari piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan.

Yang ketiga, gerhana cincin, terjadi pada saat piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Gerhana jenis ini terjadi bila ukuran piringan Bulan lebih kecil dari piringan Matahari. Sehingga ketika piringan Bulan berada di depan piringan Matahari, tidak seluruh piringan Matahari akan tertutup oleh piringan Bulan. Bagian piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan, berada di sekeliling piringan Bulan dan terlihat seperti cincin yang bercahaya.

Yang keempat, gerhana hibrida, sebuah fenomena gerhana yang bergeser antara gerhana total dan cincin. Pada titik tertentu di permukaan Bumi, gerhana ini muncul sebagai gerhana total, sedangkan pada titik-titik lain muncul sebagai gerhana cincin. Gerhana hibrida relatif jarang dan langka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *