Pemanasan Global Hari Kiamat Bagi Para Buaya

Pemanasan Global Hari Kiamat Bagi Para Buaya

Pemanasan Global Hari Kiamat Bagi Para Buaya – Kenapa pemasan global merupakan hari kiamat untuk para buaya? Ternyata pemanasan global memiliki potensi sebagai pembawa bencana untuk semua hewan yang ada di bumi.
MenurUt sebuah penelitian yang baru baru saja di lakukan oelh PBB (Persatuan Bangsa Bangsa), terjadinya peningkatan suhu secara global rata-rata mencapai dari 2,3 persen bahkan lebih dari suhu normal yang dapat meningkatkan kepunahan untuk 20 hingga 30 spesies hewan yang telah di ketaui banyak orang.
Salah satunya adalah buaya, buaya terdiri beberapa jenis, buaya aligator yang mempunyai mulut kecil dan melebar, buaya ikan yang memiliki moncong yang panjang dan gigi yang tajam, buaya gavial yang dapat banyak di temukan di india, buaya muara yang mempunyai ukuran yang besar hingga dapat mencapai 7 meter, dan lain sebagainya yang akan terancam punah sehingga dapat memusnakan seluruh spesiel buaya lainnya.

Baca juga

Alasan kenaikan tingkat kepunahan ini bersumber dan cara penetapan jenis kelamin buaya muda yang tak biasa.
Pada burung dan mamalia, sang jantan menghasilkan dua tipe sperma yang berbeda.
Satu sperma mengandung kromosom pembawa sifat genetik yang menenemukan telur yang dibuahi akan menjadi buaya jantan, sedangkan sperma lainnya menjadi buaya betina.
Karena itu, jenis kelamin sang anak ditentukan ketika telur itu dibuahi.
Sebaliknya pada keluarga buaya, jenis kelamin telur baru ditentukan kemudian, setelah telur dibuahi, dengan faktor penentu: suhu tempat telur disimpan.

Pada pengujian laboratorium ditemukan: jika disimpan dalam inkubator bersuhu antara 32° – 34° Celsius, telur buaya akan menetaskan anak jantan.
Jika disimpan di suhu yang lebih dingin, yaitu antara 28° – 31° Celsius, seluruh telur akan menetas menjadi anak betina.
Jika suhunya di antara 31° – 32° Celsius, telur akan menghasilkan anak – anak jantan dan betina.
Perbedaan suhu kecil kurang dan satu derajat dapat berpengaruh besar dalam perbedaan banyaknya anak jantan dan betina yang akan menetas.
Bahkan, tingkat kenaikan suhu yang relatif kecil pada musim yang sedang atau panas dapat menyebabkan ketidakseimbangan besar pada perbandingan banyaknya jenis kelamin jantan dan betina yang ditetaskan.
Karena itu, kenaikan suhu global rata – rata saat ini, yang diperkirakan sekitar 1,1 derajat Celsius atau lebih di abad mendatang, dapat menjadi malapetaka bagi populasi keluarga buaya.
Suatu bencana yang menakutkan bagi populasi buaya dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *