Aneka Info Unik

Kepiting Merah Yang Suka Bermigrasi

Kepiting Merah Yang Suka Bermigrasi

Kepiting Merah Yang Suka Bermigrasi – Bukan hanya manusia yang dapat bermigrasi ternyata kepiting merah juga dapat melakukan imigrasi. Hal ini terjadi di Christmas Island. Christmas Island merupakan wilayah Australia di Samudra Hindia.

Jaraknya sekitar 2.600 kilometer sebelah barat laut dari kota Perth, Australia Barat. Dan pulau ini menjadi habitat bagi 14 spesies kepiting darat, yang paling populer adalah kepiting merah atau Gecarcoidea natalis. Kepiting ini adalah pemakan apa saja. Mereka bisa memakan daun-daun gugur, buah-buahan, bunga, biji-bijian, hewan mati, bahkan memakan temannya sendiri dan sampah manusia.

2

Christmas Island menghadirkan pemandangan menarik disetiap tahunnya karena tidak hanya menjadi rumah bagi para penduduk, ternyata setiap jelang akhir tahun Christmas Island juga menjadi rumah bagi jutaan kepiting merah yang bermigrasi. Mereka bergerak dari hutan ke pantai untuk berkembang biak dan bertelur.

Kepiting Merah Yang Suka Bermigrasi

Setiap tahun jalanan dan pantai Christmas Island akan selalu dipenuhi kepiting merah. Umumnya, migrasi hewan bernama latin Gecarcoidea natalis ini akan terjadi menjelang musim hujan. Kepiting merah melakukan migrasi dari hutan menuju laut untuk bertelur dan melepaskan telurnya.

Setelah menetas bayi-bayi kepiting merah muncul dari laut dan berpindah ke daratan untuk tumbuh. Bayi-bayi kepiting mulai keluar dari perairan hingga jumlahnya semakin banyak dan menutup jalanan.

Karena hewan ini juga merupakan hewan yang aktif pada siang hari sehingga bisa menganggu aktivitas Anda ketika melewati jalan raya. Hewan-hewan yang melintasi jalanan bisa membuat ban kendaraan motor menjadi bocor karena capit mereka.

Untuk memberi kenyamanan para wisatawan, pengelola taman nasional akan menaungi para kepiting. Mereka juga akan mengatur perlintasan jalan hingga memasang “pagar kepiting” di sepanjang jalur migrasi untuk mencegah terjadinya kecelakaan dan mengantisipasi agar bayi-bayi kepiting tidak terinjak, sejumlah jalanan dan bangunan harus di tutup.

Kepiting Merah Yang Suka Bermigrasi

Demikian berbagai informasi yang kami berikan kepada kalian. Semoga informasi yang telah kami berikan ini dapat bermanfaat untuk kalian semua.

Baca juga artikel menarik lain : Fakta Menarik Kehidupan Yang Kurang Diketahui

Kepiting Kulit Lunak Buatan

Kepiting Kulit Lunak Buatan

Kepiting Kulit Lunak Buatan – Bagi yang suka makan kepiting tetapi malas untuk mengupasi kulit dan cangkangnya yang keras. Kini ada kepiting yang sengaja dikembangkan agar cangkangnya yang keras menjadi lunak. Kepiting yang dimaksud adalah kepiting soka atau kepiting lemburi.

Atau bahasa bule nya disebut soft shell crab adalah sebutan untuk kepiting yang dikonsumsi dalam keadaan kulit yang masih lunak karena baru berganti kulit atau moulting. Tentu saja sebelum dikonsumsi harus di masak terlebih dahulu sesuai selera.

Jadi kita tidak perlu lagi memakan kepiting dengan teknik kuno dimana kita harus bersusah payah mengorek cangkang kepiting yang keras untuk mengambil dagingnya. Kepiting ini biasa dibudidayakan di daerah Bakau.

Kepiting Kulit Lunak Buatan

Daging kepiting rendah lemak, tinggi protein, serta sumber mineral dan vitamin. Meski mengandung kolesterol, daging kepiting ini rendah kandungan lemak jenuh. Selain juga merupakan sumber niacin, folate, dan potasium, vitamin B12, phosporous, zinc, copper, dan selenium.

Selenium berperan mencegah kanker dan perusakan kromosom, serta meningkatkan daya tahan terhadap infeksi virus dan bakteri. Selain itu, Fisheries Research and Development Corporation di Australia melaporkan bahwa dalam 100 gram daging kepiting bakau mengandung 22 mg Omega-3 (EPA), 58 mg Omega-3 (DHA), dan 15 mg Omega-6 (AA) yang begitu penting untuk pertumbuhan dan kecerdasan anak.

Baca artikel Menarik Lainnya : Fakta Menarik Kehidupan Yang Kurang Diketahui

Cara beternak kepiting soka sebenarnya mudah, namun dibutuhkan keahlian khusus dan tangan-tangan terampil untuk melakukannya. Memelihara kepiting soka tidak dilakukan dengan cara menebar bakal-bakal kepiting secara sembarangan ke dalam tambak.

Melainkan kita harus menempatkannya ke dalam keramba-keramba setelah proses cutting dilakukan, lalu membenamkannya ke dalam tambak. Proses cutting hingga masa panen hanya akan berlangsung singkat, yakni sekitar 15 hari saja, karena kalau terlalu lama maka cangkang yang telah memasuki tahap pelunakan bisa mengeras lagi.

Pakan yang digunakan untuk pembesaran kepiting soka pada umumnya yaitu daging kerang, ikan rucah, maupun pelet. Daging kerang dan ikan rucah yang setengah kering dicincang hancur dan diberikan secukupnya. Jika pakan yang sebelumnya  masih ada berarti porsi bisa kita kurangi. Namun jika pakan dimakan habis, maka bisa kita tambah.

Kepiting Kulit Lunak Buatan

Jamur yang Menyala dalam Kegelapan

Jamur Yang Menyala Dalam Kegelapan

Jamur Yang Menyala Dalam Kegelapan – Jamur Luminescent atau disebut juga The Glowing Mushroom ditemukan pertama kali di Vila de Natividade, Brazil. Jamur jenis genus Neonothopanus atau Mycena ini nampak seperti jamur pada umumnya di siang hari dan mengeluarkan cahaya di malam hari.

Jamur ini tersebar banyak di Amerika Utara, Asia, Eropa, dan Australia. Uniknya hanya jamur di bagian Amerika Utara pesisir timur saja yang bisa berpendar, di Amerika Utara bagian barat justru tidak.

Jamur Luminescent berbentuk kecil seperti paku yang menempel pada batang atau ranting pohon yang sudah kering. Jamur ini memiliki kemampuan bioluminescence atau bioluminesensi, yaitu kemmapuan untuk menghasilkan cahaya nya sendiri yang dimiliki makhluk hidup karena adanya reaksi kimia tertentu.

Baca Artikel Menarik Lainnya : Fakta Lambang Negara Burung Garuda Pancasila

Selain Jamur Luminescent, Bioluminescene ini juga dimiliki oleh binatang seperti ubur-ubur dan kunang-kunang. Para peneliti yang meneliti jamur ini percaya bahwa jamur luminescent menghasilkan cahaya melalui campuran kimia dari dua luciferin dan luciferase. Luciferase adalah enzim yang membantu interaksi antara luciferin, air, dan oksigen sehingga menghasilkan senyawa baru yang dapat menghasilkan cahaya.

Jamur Luminescent mengeluarkan cahaya 24 jam/hari. Tetapi dapat dilihat pada malam hari atau suasana gelap. Kemampuan menyala yang dimiliki jamur ini digunakan untuk menarik serangga atau hewan nokturnal untuk membantu penyerbukan. Sehingga mampu menyebarkan sporanya dan dapat berkembang biak.

Jamur yang Menyala dalam Kegelapan

Bagi yang ingin melihat keindahan dan kecantikan jamur yang satu ini. Sebenarnya anda tidak perlu jauh-jauh untuk pergi ke Brazil atau negara yang lainnya. Karena jamur ini pun bisa anda temukan di daerah hutan wisata Gunung Halimun yang terletak di Sukabumi, Jawa Barat.

Namun karena jamur yang satu ini bercahaya ketika malam hari. Maka anda pun harus melakukan perjalanan di malam hari. Untuk menemukan Jamur Luminescent tidak mudah karena meski bercahaya, cahaya sangat redup bagi mata manusia.

Di malam hari saat sinar bulan yang cerah cahaya dari bulan bisa lebih terang dari pada Jamur Luminescent sehingga jamur tidak terlihat. Pada malam yang berawan datang, ini adalah kondisi yang bagus untuk mencari Jamur Luminescent.

 

Ikan Yang Ahli Memanah

Ikan Yang Ahli Memanah

Ikan Yang Ahli Memanah – Ikan pemanah (bahasa Inggris: Archerfish banded), atau Toxotes jaculatrix, adalah ikan dari genus archerfish Toxotes . Ikan pemanah yaitu terdapat di payau perairan muara dan bakau, tetapi kadang dapat ditemukan di laut terbuka serta sejauh hulu di air tawar. Ikan pemang tersebar luas dibeberapa negara di dunia, seperti di India, Filipina, Australia dan Indonesia.

Ciri Khusus ikan pemanah berdasarkan bentuk dan ukuran tubuhnya adalah memiliki sirip punggung yang ditetapkan jauh ke belakang, dan profil garis lurus dari sirip punggung ke mulut. Memiliki mulut dengan bentuk protractile, dengan rahang bawah menonjol keluar. Ukuran tubuhnya umumnya kecil, sekitar 5-10 cm.

baca Artikel Menarik Lainnya : Pria Yang Menggunakan Urin Sapi

Ikan ini dikenal karena kemampuannya untuk meludah sebuah jet air untuk “menembak jatuh” mangsa. Spesimen yang lebih besar mungkin mampu memukul mangsa 2 sampai 3 meter (6 kaki 7 sampai 9 ft 10 in) pergi. Ikan Pemanah dapat mencapai mangsa dalam 50 milidetik.

1 - Ikan Yang Ahli Memanah

Bagaimanakah cara Ikan pemanah memanah atau menyemprotkan air dari dalam permukaan air, padahal air dan udara tentunya akan menghasilkan pembiasan cahaya yang akan menipu pemandangan mata. Karena kerapatan air dan udara berbeda.

Kita tentunya akan kesulitan dengan sudut yang terjadi pada udara dan air tersebut. Jika kita memandang kedalam air dengan sudut 90 derajat tentunya tidak akan terjadi pembiasan, namun jika bergeser saja sedikit maka Anda tentunya akan dapat melihat pembiasan tersebut.

2 - Ikan Yang Ahli Memanah

Ikan memanah ini dapat mengincar santapannya walaupun ikan ini dan mangsanya memiliki kemiringan sudut hingga 40 derajat. Inilah keistimewaan ikan memanah yang dapat dengan akurat mengincar mansanya walapun dalam sudut sebesar atau sekecil apapun.

Ikan yang hidup di dalam air tawar ini mampu menyemburkan air kepada mangsanya sehingga mangsanya tersebut terjatuh kedalam air dan kemudian ia dengan mudahnya menyantapnya. Makanan ikan pemanah merupakan serangga-serangga kecil.

Seperti : laba-laba, lalat, lebah, capung, dll. Ikan ini memiliki ciri sirip punggung yang terletak jauh di belakang dan berbeda dengan ikan pada umumnya. Selain itu ciri lainnya adalah memiliki profil dengan garis lurus mulai sirip punggung hingga ke mulutnya.

Ikan Ahli yang Memanah - Ikan Yang Ahli Memanah

Pada jarak yang pendek dari mangsanya ikan ini akan memilih untuk melompat untuk mencapai mangsanya. Karena seringkali jika mangsa sudah disemprot dan jatuh ke air. Ikan pemanah harus berebut dengan ikan pemanah lain.

Ikan Ahli yang Memanah

Boxer Crab Petinju Mungil Di Laut

Boxer Crab Petinju Mungil Di Laut

Boxer Crab Petinju Mungil Di Laut – Boxer Crab merupakan salah satu jenis Kepiting. Kepiting ini tubuhnya sangat mungil tidak seperti ukuran kepiting pada umumnya, ukuran kepiting petinju ini hanya sekitar 2,5 cm. Walaupun namanya petinju kepiting ini tidak memiliki otot-otot seperti petinju tetapi tangannya seperti memakai sarung tinju.  Kepiting ini termasuk genus Lybia.

Lybia adalah genus kepiting kecil di famili Xanthidae. Nama umum mereka termasuk kepiting petinju, kepiting tinju dan kepiting pom-pom. Mereka terkenal karena hubungan mutualisme dengan anemon laut, yang mereka pegang dalam cakar mereka untuk pertahanan.

Sebagai imbalannya, anemon mendapatkan ‘tumpangan’ untuk dibawa ke sekitar sehingga memungkinkan mereka untuk menangkap partikel makanan lebih banyak dengan tentakel mereka. Hal ini yang menyebabkan kepiting ini seperti memakai sarung tinju. Kepiting Petinju banyak ditemukan di lautan dangkal tropis Samudera Indo-Pasifik, termasuk di Indonesia.

Kepiting petinju mememiliki ciri-ciri seperti karapas atau cangkangnya berbentuk trapesium. Permukaan karapas atau cangkang ditandai dengan beberapa perbedaan warna. Mereka tetap memiliki kaki sebagaimana khasnya kepiting berkaki sepuluh, walaupun tidaklah kuat seperti cakar.

Tetapi, kaki-kaki mereka ramping dan masing-masing memiliki jari halus bantalan delapan atau sembilan. Sepasang kaki bagian depan berukuran lebih kecil dari kaki yang lainnya.

Baca Artikel Menarik Lainnya : Pemanasan Global Hari Kiamat Bagi Buaya

Hampir semua kepiting petinju adalah omnivora yaitu pemakan segalanya dan kepiting petinju ini setidaknya membawa tiga jenis anemon di cakarnya, diantaranya berjenis Bunodeopsis spp atau Triactis productâ.

Dan mereka menjalin hubungan saling menguntungkan dengan si anemon, atau biasa juga disebut symbiosis mutualisme. Kepiting petinju ini akan menggunakan anemon di cakarnya, untuk menakut-nakuti para predator potensialnya.

Tentakel anemon yang baik akan dipersenjatai dengan cnidocytes (sel penyengat). sementara anemon diuntungkan dengan kemudahannya memperoleh makanan, karena selalu dibawa kemana-mana oleh kepiting petinju.

Kepiting petinju atau kepiting pom pom juga diminati oleh para pehobi mahluk laut untuk dipelihara sebagai peliharaan. Jumlah mereka memang banyak, karena setiap bertelur. Mereka bahkan bisa memproduksinya dalam jumlah ribuan, yang akan dibawanya terus di bawah cangkang. Namun Hewan ini sangat rentan dan akan dicari dan dikonsumsi oleh ikan dan tetangga invertebrata.