Kepiting Pertapa

Kepiting petapa atau umang-umang atau ada pula yang menerjemahkannya sebagai ketam pertapa atau kepiting pertapa, adalah krustasea dekapod dari superfamilia Paguroidea. Sebagian besar dari sekitar 1.100 spesies anggota Paguroidea memiliki perut asimetris, yang tersembunyi dalam cangkang siput laut yang telah kosong yang dibawa-bawa oleh hewan ini. Sebutannya dalam bahasa Inggris, hermit crab (ketam pertapa) konon diperoleh karena perilakunya yang gemar mengembara dan karena si kepiting mempunyai kebiasaan yang unik, yaitu bersembunyi di dalam cangkang seperti betapa.

Sebagian besar spesies memiliki perut spiral melengkung yang panjang dan lembut, tidak seperti kalsifikasi perut keras yang terlihat pada krustasea terkait. Perut rentan dilindungi dari predator oleh cangkang kerang kosong yang dibawa oleh kepiting ini. Kepiting petapa sering menggunakan cangkang siput laut, meskipun ia juga menggunakan banyak benda yang tidak lazim digunakan oleh hewan sebagai rumahnya, seperti botol, rumput, batu, bulu babi, ataupun anemon.

Kepiting petapa tidak dapat membuat sendiri cangkangnya. Kepiting petapa selalu menggunakan baju pinjaman sejak kecil. Awal dilahirkan, ia berbentuk larva yang di larung ke laut oleh ibunya. Sejak bisa merayap, ia mencari dan menggunakan cangkang pinjaman dari siput laut. Setiap cangkang itu mulai kesempitan atau tidak nyaman, ia akan mencari cangkang baru yang berukuran lebih cocok. makanya jangan heran kalau dia bisa berbaju bekicot.

Di Indonesia sebetulnya Kepiting petapa jumlahnya sangat banyak. Dari 8 spesies yang umum dipelihara, ada 5 jenis Kepiting petapa darat yang tercatat di Indonesia. tapi umumnya ada 4 jenis Kepiting petapa yang bisa ditemukan hampir diseluruh pulau di Indonesia:

Coenobita brevimanus. Kepiting petapa khas Indonesia. Beken dengan sebutan Indos atau Indonesians. Umumnya berwarna ungu. Ada juga warna lila, pink, ungu muda dan coklat. Bodinya bisa lebih besar jenis lain. Capitnya yang besar dan mata bulat dan silinder.

Coenobita perlatus. Berwarna merah menyala dengan hiasan bintik-bintik putih. Dikenal sebagai Kepiting petapa strawberry. Dianggap paling cantik dan banyak disuka. Agak sulit ditemukan. Paling susah dipelihara karena lebih sensitif perubahan lingkungan.

Coenobita rugosus. Paling banyak di pantai Indonesia. Banyak dijual di depan sekolah. Warna beragam, coklat, abu-abu dan hitam, putih, krem, pink, orange muda, biru muda, ungu, sampai merah. Punya tekstur garis-garis di sisi depan capit besar sebelah kiri.

Coenobita cavipes. Kelir kombinasi hitam-biru dan hitam-abu abu. Ada juga yang merah. Bentuk capitnya langsing memanjang. Anntenule berwarna merah terang. Jumlahnya tak sebanyak rugosus dan brevimanus

Coenobita violascens. Berwarna ungu, mata pipih dan mencuat. Bentuk kakinya langsing memanjang hampir mirip dengan cavipes. Ujung anntenule berwarna merah terang.