Kenapa Jari Tangan Dan Kaki Keriput Jika Lama DI Dalam Air

Kenapa Jari Tangan Dan Kaki Keriput Jika Lama DI Dalam Air

Kenapa Jari Tangan Dan Kaki Keriput Jika Lama DI Dalam Air – Setiap orang pasti pernah mengalami jari kaki dan tangan menjadi keriput jika sedang lama bermain di dalam air atau pun melaukan aktifitas yang cukup lama di air. Kenapa bagian kulit lainnya tidak ikut menajdi keriput?

Saat jari dan kaki yang terendam air dalam waktu yang cukup lama, maka permukaan kulit pada bagian tersebut akan menyerap air dari tempatnya berendam hingga menjadi mengembang. Hsl tersebut tidak terjadi pada bagian kulit lainnya, melainkan hal itu hanya terjadi pad bagian jari tangan dan kaki saja. Alasannya karena keunikan struktur kulit pada jari tangan dan kaki tidak memiliki oleh bagian tubuh lainnya.

Baca juga

Mengapa Jari Keriput

Lapisan kulit terluar dari tubuh manusia disebut dengan epidermis. Pada bagian tersebut mengandung protein yang disebut dengan keratin yang berfungsi untuk memperkuat struktur kulit. Sel-sel keratin yang telah mati juga menjadi bagian dari lapisan terluar kulit. Nah, pada saat jari tangan atau kaki terendam inilah, lapisan sel-sel keratin yang telah mati tersebut menyerap air. Lapisan sel-sel keratin yang telah mati itu tidak memiliki tebal yang seragam, sehingga ketika jari tangan atau kaki tidak lagi berada di dalam air maka akan terlihat perbedaan struktur kulit yang mengembang. Perbedaan itulah yang kita kenali sebagai kulit yang keriput.

Namun, ketika saraf di bawah jari mengalami kerusakan, maka permukaan jari tidak lagi bisa menyerap air. Sehingga bisa dikatakan bahwa proses terjadinya keriput pada permukaan kulit jari tangan dan kaki akibat dari penyerapan air terjadi secara involunter atau tidak sesuai kehendak. Pada kenyataannya, terjadinya keriput pada jari tangan dan kaki tersebut terjadi akibat dari proses konstriksi (penyempitan) pembuluh darah yang berada di dalam struktur anatomi jari tangan dan kaki.

Lapisan sel-sel keratin yang telah mati paling tebal terdapat pada bagian jari tangan dan kaki dibandingkan dengan area kulit lainnya pada tubuh manusia. Itulah mengapa kulit yang keriput (saat terendam air) hanya ditemui pada bagian jari tangan dan kaki saja, tidak di bagian yang lain. Dalam keadaan normal, pada lapisan epidermis jari tangan dan kaki sebenarnya terdapat lapisan minyak yang diproduksi oleh kelenjar sebaseus yang disebut sebum. Saat jari tangan dan kaki terendam atau terpapar air dalam waktu lama, maka lapisan minyak tersebut akan hilang tersapu oleh air, itulah mengapa pada akhirnya air dapat terserap ke dalam struktur lapisan epidermis kulit jari. Kalau lapisan minyak belum tersapu, maka sulit bagi lapisan kulit untuk bisa menyerap air, karena terhalang oleh lapisan minyak.

Kulit yang Keriput (akibat terendam air) Memiliki Fungsi Khusus

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para peneliti disimpulkan sementara bahwa keriputnya jari tangan dan kaki ketika berada di dalam air merupakan suatu produk evolusi dari manusia. Menurut mereka, keriput pada jari tangan dan kaki berfungsi untuk memperkuat genggaman (tangan) dan cengkraman (kaki) pada permukaan yang licin. Hal itu berguna bagi manusia zaman dahulu ketika mereka mencari makan saat keadaan hujan, keriputnya jari tangan dan kaki membuat mereka lebih mudah ketika hendak memetik buah. Sementara fungsi keriput pada jari kaki terlihat pada saat mereka berjalan di permukaan yang licin (akibat hujan), keriput tersebut memperkuat cengkraman kaki pada permukaan yang licin. Bayangkan saja jika lapisan minyak pada pemukaan jari tangan dan kaki tidak hilang, tentunya mereka akan kesulitan memetik buah dan/atau berjalan di permukaan licin ketika hujan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *