Inemuri, Budaya tidur dari Jepang

Inemuri, Budaya tidur dari Jepang

Inemuri, Budaya tidur dari Jepang

Inemuri dalam Bahasa Jepang di artikan sebagai ‘tidur sebentar’ atau ‘hadir sembari tidur’ merupakan praktek tidur yang dianggap lumrah dalam kebudayaan Jepang. Masyarakat Jepang dari jaman dulu sampai sekarang terkenal sebagai pekerja keras, banyak dari para pekerja kantor sering lembur sampai malam atau membawa pulang pekerjaan tersebut dan menyelesaikan di rumah, jadi wajar kalau keesokan paginya mereka masuk kerja dengan rasa ngantuk berat.

Masyarakat Jepang tidak perduli mereka mau tidur dengan posisi apapun. orang yang berada disamping dan disekitar meraka tidak akan marah atau sampai membangunkannya. dan meraka juga tidak perlu khawatir dengan barang berharga seperti jam tangan, dompet, tas, handphone hilang di curi orang.

Kebiasaan ini merupakan praktek tidur yang dianggap lumrah dalam kebudayaan Jepang. Kebiasaan aneh tidur di sembarang tempat ini bukanlah malas-malasan, justru dianggap sebagai pekerja keras atau orang yang mengabdikan dirinya sungguh-sungguh pada perusahaan tempat ia bekerja. Sangking sangat mengabdinya, waktu untuk tidurpun menjadi terabaikan. Bahkan setelah pulang kerja, bisa saja para pelaku Inemuri ini tidur di trotoar jalan dengan menggunakan pakaian kerja lengkap. Pantas saja Jepang bisa menjadi salah satu Negara Maju di dunia, karena orang-orangnya pekerja keras semua.

Hal ini juga berlaku pada anak-anak sekolah di Jepang, guru akan memaklumi murid-muridnya jika ada yang tertidur saat pelajaran kelas berlangsung, karena sudah tahu muridnya mungkin tadi malam habis belajar atau mengerjakan PR sampai larut malam. Namun untuk melakukan budaya tidur Inemuri orang Jepang ini tidak bisa seenaknya, posisi badan mereka harus dalam keadaan tegak lurus dibangku tempat sekolah atau dengan kata lain tidur sambil duduk meski kepala diletakkan di meja dan tidak boleh tidur terlentang, terkecuali di tempat-tempat umum selepas bekerja atau bersekolah.

Memang suatu hal yang aneh bagi kita, apalagi kalo terjadi di Indonesia, bisa-bisa kita akan terkena Surat Peringatan/teguran dari atasan kita. Beda negara beda pula budaya yang berada di dalam masyarakatnya. Dari sini kita bisa mengambil hal yang positif bahwa memang masyarakat Jepang merupakan pekerja keras dan meraka akan sangat malu kalau tugas dan tanggung jawab mereka tidak selesai tepat waktu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *