Hal Unik Dalam Pernikahan Gaids Berusia 12 Tahun Dinepal

Hal Unik Dalam Pernikahan Gaids Berusia 12 Tahun Dinepal

Bila anda berkunjung ke Nepal, Kathmandu merupakan pemberhentian pertama anda yang harus kamu jelajahi. Kota Kathmandu adalah ibu kota dari Nepal. Seluruh wanita yang berada di nepal akan mengalami nikah sebnayak 3 kali. 2 pernikahannya di antaranya bukanlah bersama engan manusia, tetapi pernikahan terakhir kalinya barulah bersama manusia. Lalu siapa yang menikahinya sebelum wabita nepal menikah denagn cara sesungguhnya?

Saat wanita nepal telah berusia 12 tahun, wanita tersebut akan di nikahkan dengan buah maja. Buah maja ini merupakan buah yang memiliki kulit keras dan bisa di simpan selama bertahun-tahun, tidak akan busuk. Oleh karena itu, buah maja mempunyai makna “pernikahan abadi,tidak berubah”. Setelah dewasa para wanita nepal pun akan menikah dengan laki-laki seperti orang biasa pada umumnya.

Selama upacare pernikahan,kaki wanit nepal akan di celup cat merah.
Upacara pernikahan ini berlangsung secar resmi. Setelah upacara,wanita nepal harus menyimpan buah maja seumur hidupnya. Upacar tersebut wajib di ikuti oelh seluruh wanita yang ada di nepal.

Bagi penduduk nepal, upacar pernikahan ini dapat menjauhkan anak gadis mereka dari peghianatan, perceraian, kekerasan tumah tangga. Saat anak gadis pertama kali menstruasi (datang bulan), mereka akan ditempatkan di rumah yang gelap gulita. Setiap hari, ibu atau wanita yang lebih tua usianya akan datang mengantarkan makanan untuk mereka. Tradisi “pingit” ini harus dilewati selama 11 hari. Selama 11 hari, gadis itu tidak boleh bertemu dengan orang lain, terutama laki-laki.

Pada hari ke 12, gadis itu harus bangun pagi-pagi, mandi, ganti baju, dan keluar dari rumah sambil menutup mata. Pada detik itu juga, gadis kecil itu berubah status menjadi seorang wanita. Tradisi menikah dengan buah maja ini memiliki makna yang sangat spesial. Tujuan dari tradisi ini bukanlah demi laki-laki, bukan demi status, tetapi demi diri sendiri.

Bila pernikahan berlangsung buruk, gadis Nepal akan meninggalkan buah maja di kasur suaminya dan pergi meninggalkannya. Atau, bila sang suami meninggal, mereka boleh meninggalkan buah maja di peti mati suaminya dan menikah lagi.

Namun banyak wanita yang menyimpannya sampai akhir hayatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *