Fakta tentang Geng Motor Satu Darah

Fakta tentang Geng Motor Satu Darah
Fakta tentang Geng Motor Satu Darah

Fakta tentang Geng Motor Satu Darah – Apa yang ada dalam benak anda kalo ditanya mengenai Geng motor, pastilah yang muncul adalah brutal, kriminal, dan segala hal yang bersifat negatif.
Tahukah anda bahwa ada sebuah geng motor yang sangat terkenal didunia yang memakai nama yang sangat kental dengan bahasa Indonesia dan pendirinya sendiri berdarah indonesia. geng motor tersebut bernama “Satu Darah”.

Geng motor Satu Darah didirikan tahun 1990 di Belanda oleh 9 orang warga belanda, 7 orang pendirinya merupakan berdarah indonesia keturunan Maluku dan 2 orang asli belanda.
Diawal berdirinya geng ini hanya mewadahi keturunan Maluku, melihat eksistensinya sebagai ternama yang begitu mendunia. Geng motor ini telah melebarkan sayapnya hingga Kanada, Malaysia, Singapura, Thailand, Curacao, Maroko, Suriname, Swiss, Turki dan juga negeri aslinya Indonesia.

Geng motor Satu Darah ini begitu terkenal di Belanda, hampir seluruh jalan di Belanda dikuasai oleh geng yang satu ini. Dalam suatu riset dilakukan oleh lembaga riset di Belanda yang bernama Politie, geng satu darah ini merupakan salah klub motor yang tingkat pelanggaran hukum terbesar dan paling banyak di Belanda.

Geng motor satu darah mempunyai hubungan erat dengan salah satu budaya di Indonesia yaitu Maluku, karena sebagian besar pendirinya adalah orang Indonesia keturunan Maluku. Ini menjadi dasar berdirinya klub motor yang berakar dari budaya Maluku, ini terlihat jelas dari nama dari geng motor terebut “Satu Darah” yang artinya “kita bersaudara”. budaya Maluku menjadi dasar yang kuat dalam fondasi geng motor satu darah yang mengutamakan persaudaraan yang kuat dalam budaya Pela karas, Pela Gandong, dengan moto yang cukup membuat merinding buat para pesaingnya yaitu “Lawamena Halulua” yang artinya ” Jaga Muka Sapa Pele Kita Sapu Bersih “. menurut Politie, setiap anggota wajib memahami sejarah Maluku untuk bergabung dalam Geng Motor Satu Darah.

Dalam film dokumenter Satu Darah, One Blood, terekam setiap seremoni begitu kental dengan tradisi Maluku. Tarian perang adat Maluku, musik dan bahasa yang dikultuskan begitu kental nuansa Maluku dalam kehidupan geng tersebut.

Tidak peduli warna kulit, latar belakang suku, agama. Wajah Maluku dan wajah Eropa bersatu, mereka menutup pertemuan dengan teriakan lantang.
“Satu Darah Tetap. Tetap Satu Darah!”