Enbal : Singkong Racun yang menjadi makanan

Enbal : Singkong Racun yang menjadi makanan

Enbal : Singkong Racun yang menjadi makanan
Enbal merupakan masakan tradisional yang berasal dari Kepulauan Kei, Maluku Tenggara. Enbal merupakan makanan yang berbahan dasar Singkong.
Singkong dengan nama latin Manihot esculenta berasal dari Amazon, Amerika Selatan. Dibawah oleh bangsa Portugis pada abad ke-16 masuk ke Nusantara.
Masuk dan menyebar tumbuhan Singkong ini, pada akhirnya menjadi tanaman yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat di kepulauan Kei, dalam bahasa lokal di sebut ‘kasbi’. Namun pada saat itu banyak yang belum mengetahui ada beberapa jenis sinkong yang mengandung racun yang sangat berbahaya yaitu “Sianida”. oleh masyarakat di sebut “singkong beracun” (oleh masyarakat lokal menyebut tanaman enbal).

Pada dasarnya tumbuhan ini tanaman enbal dan singkong sama, yang membedakan jika diperhatikan dengan seksama Tanaman enbal memilki daun yang lebih kecil dan tipis dibandingkan singkong yang biasa kita konsumsi, umbi dari enbal tidak bisa langsung dimakan begitu saja, namun butuh beberapa proses untuk menghilangkan racun. konsentrasi sianida yang terdapat dalam umbi tanaman enbal dapat membunuh dalam waktu yang cukup singkat.

Enbal : Singkong Racun yang menjadi makanan

Masyarakat kei secara turun temurun belajar dari para leluhur menemukkan cara menaklukkan racun yang terkandung didalamnya. melalui beberapa proses pengolahan dengan waktu yang cukup lama. Akhirnya terjadi pemisahan racun dan daging yang bisa dimanfaatkan menjadi bahan baku makanan tradisional yang salah satunya kita bahas sekarang ini yaitu Enbal

Enbal sendiri memilki banyak varian sekarang ini seperti enbal goreng, enbal kacang dengan rasa manis, dsbnya namun ada satu yang paling banyak dibuat yaitu enbal love, selain menjadi makan pokok untuk masyarakat Kei, enbal juga menjadi cemilan di pagi maupun sore hari.

Enbal : Singkong Racun yang menjadi makanan

Menurut masyarakat Indonesia pada umumnya bahwa “kita belom makan apabila belum makan nasi” hal ini terbalik dengan masyarakat Kei bahwa “kita belum makan apabila belum makan enbal”. Dan Yang membuat Enbal menjadi sangat istimewa adalah olahan makanan ini tidak ada kadaluarsanya disimpan berhari-hari, bulan kadang sampai tahunan tidak akan berjamur… hebat bukan makanan ini